Respon Paper Randy


Etika Dalam Menanggapi Hoax di Sosial Media Twitter
Randy Garnadian-2018041057

Latar Belakang
Saat ini hampir seluruh masyarakat menggunakan Sosial Media. Disadari atau tidak Media Sosial sudah menjadi bagian dari kehidupan manusia, mulai dari anak kecil hingga lansia memilikin atau menggunakan Sosial Media untuk berkomunikasi. Media sosial telah banyak merubah dunia. Memutarbalikkan banyak pemikiran dan teori yang dimiliki. Tingkatan atau level komunikasi melebur dalam satu wadah yang disebut jejaring sosial/media sosial. Konsekuensi yang muncul pun juga wajib diwaspadai, karena dalam Sosial Media kita dapat dengan bebas mengeluarkan pendapat. Akan tetapi kendali diri harusnya juga dimiliki, agar kebebasan yang dimiliki juga tidak melanggar batasan dan tidak menyinggung pihak lain. Twitter merupakan Sosial Media yang menjadi salah satu Sosial Media favorit masyarkat Indonesia, Pengguna Twitter, berdasarkan data PT Bakrie Telecom, memiliki 19,5 juta pengguna di Indonesia (Kominfo, 2013). Twitter memberikan banyak sekali informasi tak terkecuali informasi hoax, dengan jumlah pengguna sebanyak 19,5 juta tentu saja banyak ragam masyarakat dalam menyikapi informasi hoax yang beredar di twitter. Sosial media pun tak luput dari penyebaran informasi hoax karena siapa saja dapat di media sosial dapat dengan mudah untuk menyebarkan informasi, Twitter sering kali menjadi Sosial Media yang penyabaran hoax nya sangat banyak bebrapa masyrakat percaya dan beberapa juga yang tidak percaya dengan hoax tersebut. Masyrakat menanggapi hoax dengan bermacam cara ada yang dengan memaki, memberikan komentar positif, memberikan informasi kalau berita ini hoax dan ada juga yang langsung mereport akun penyebar hoax tersebut.
Isi
Munculnya media jejaring sosial di dunia dimulai dengan munculnya Friendster pada tahun 2002 yang merupakan aplikasi untuk membangun relasi pertemanan dunia maya dengan cakupan yang luas yakni seluruh dunia. Setelah munculnya Friendster, media sosial yang selanjutnya adalah Linkendin sebuah situs yang membagikan pengalaman mengenai dunia bisnis dan pekerjaan yang didirikan pada tahun yang sama. Setelah itu, pada tahun 2006 situs jejaring baru kembali muncul yakni Twitter. Situs tersebut merupakan jejaring sosial yang memampukan kita untuk mengikuti (follow) pengguna lain untuk dapat mengikuti postingan yang mereka buat. Situs ini juga memampukan kita untuk menunggah gambar maupun video dan dapat mengirimkan pesan kepada pengguna lain, Twitter muncul sebagai situs jejaring sosial yang lebih simple dengan berfokus kepada penyajian timeline yang berisi status orang-orang yang kita ikuti disertai kolom komentar, kolom retweet/like. Situs ini juga dapat menjadi medium pertukaran pesan melalui Direct Message namun kita tidak bisa melihat pengguna yang online. Berselang 4 tahun, pada tahun 2010 Instagram muncul sebagai situs jejaring sosial yang memberi fasilitas untuk mengedit foto maupun video lalu mengunggahnya. Interaksi yang dibangun pada situs ini dapat berupa tombol suka (like), kolom komentar dan pengiriman pesan melalui Direct Message (DM) (Kompasiana, 2018). Twitter menjadi salah satu Media Sosial yang sangat popular di Indonesia, masyarakat Indonesia menggunakan Media Sosial Twitter untuk berkomunikasi atau sekedar membaca berita yang di sediakan oleh akun-akun penyedia informasi. Twitter menjadi media untuk berkomunikasi, Hakikat komunikasi adalah proses ekspresi antarmanusia. Setiap manusia mempunyai kepentingan untuk menyampaikan pikiran atau perasaan yang dipunyai. Tentu saja, ekspresi pikiran dan perasaan itu memakai dan memanfaatkan bahasa sebagai medium komunikasinya. Dalam bahasa komunikasi, setiap orang atau sesuatu yang menyampaikan sesuatu disebut sebagai komunikator (Mufid, 2009).  Menurut Hani Handoko pada buku Etika dan Komunikasi Dokter-Pasien-Mahasiswa pengertian komunikasi adalah proses pemindahan pengertian dalam bentuk gagasan atau informasi dari seseorang ke orang lain, melibatkan lebih dari sekedar kata-kata dalam percakapan, tetapi juga ekspresi wajah, intonasi, titik putus tidak hanya memerlukan transmisi data, tetapi bahwa tergantung pada ketrampilan tertentu untuk membuat sukses pertukaran informasi (Dr.Drg. Rosihan Adhani, 2002). da era keterbukaan dewasa ini peran media sosial dibutuhkan oleh pemerintah diantaranya membantu penyelesaian pengaduan atau laporan pelayanan publik, membantu peningkatan partisipasi masyarakat dalam pengawasan pelayanan publik dan mempercepat penyelesaian laporan pelayanan publik. Media sosial mempunyai peranan strategis selain sebagai transformasi informasi, media sosial juga dapat menjadi sarana komunikasi antar sesama masyarakat maupun antara masyarakat dengan pemerintah dalam menyampaikan keluhan maupun menyampaikan berbagai aspirasi. Dengan berkembang nya teknologi informasi dan komunikasi kini berkomunikasi bukan hanya interpersonal atau tatap muka tapi melalui internet/Media Sosial kita dapat berkomunikasi dengan siapapun. Teknologi informasi yang tadinya dikenal dengan teknologi komputer, beserta perangkat elektronika lainnya, menjelma menjadi satu dalam perpaduan kemampuan (Mufid, 2009).  Twitter memiliki peranan sebagai alat untuk penyebaran informasi atau sarana informasi antara sesama  masyarakat maupun antara masyarakat dengan pemerintah bahkan Presiden dalam menyampaikan keluahan sebagai masyrakat Indonesia. Media Sosial sangat efektif dan efisien dalam menyampaikan sebuah informasi, Media Sosial sebagai media dengan dinamika social yang tinggi dan memungkinkan komunikasi terbuka kepada berbagai pihak. Media sosial adalah media yang terdiri atas tiga bagian, yaitu  Insfrastruktur informasi dan alat yang digunakan untuk memproduksi dan mendistribusikan isi media, Isi media dapat berupa pesan-pesan pribadi, berita, gagasan, dan produk-produk budaya yang berbentuk digital, Kemudian yang memproduksi dan mengkonsumsi isi media dalam bentuk digital adalah individu, organisasi, dan industri. Menurut buku Etika dan Filsafat Komunikasi, Media Sosial twitter termasuk teknologi komunikasi Global Village Yakni, teknologi komunikasi menciptakan manfaat positif dengan mengatasi hambatan jarak dan waktu, sehingga seolah-olah dunia hanyalah sebuah desa. Manusia dapat berinteraksi di mana pun dan kapan pun (Mufid, 2009). Tentu saja social media tak luput dari adanya berita atau informasi hoax, Permasalah yang timbul dari penggunaan media sosial saat ini adalah banyaknya hoax yang menyebar luas, bahkan orang terpelajar pun tidak bisa bedakan mana berita yang benar, advertorial dan hoax. Penyebaran tanpa dikoreksi maupun dipilah, pada akhirnya akan berdampak pada hukum dan informasi hoax-pun telah memecah belah public. Hoax adalah sebuah usaha dimana membuat pembaca mempercayai sesuatu uang kenyataannya tidak sesuai dengan realitanya dan berdampak pada masyarakat. Hoax biasanya berupa opini opini untuk menggiring opini dan membentuk persepsi. Twitter menjadi salah satu sosial media yang sering kali dijumpai banyak berita atau informasi hoax, isu isu hoax yang muncul pada Twitter tergantung apa yang sedang trending atau yang sedang ramai dibacarakan di Indonesia. Salah satu berita hoax yang tersebar di Twitter adalah berita bahwa virus corona diciptakan Tiongkok untuk melawan Amerika Serikat padahal nyata nya virus tersebut muncul karena hewan kelalawar, ragam tanggapan masyarakat dalam menanggapi hoax tersebut ada yang percaya dan ada yang tidak. Di Indonesia sering kali masyarkat Indonesia menanggapi hoax dengan cara menyebarluaskan lagi hoax tersebut tanpa membaca dan mencari sumbernya, manusia sebagai pelalu komunikasi Pemahaman komunikasi dengan segala praksisnya merupakan proses keseharian manusia. Dapat dikatakan bahwa proses komunikasi merupakan proses kehidupan itu sendiri. Komunikasi tidak bisa dipisahkan dari seluruh proses kehidupan konkret manusiawi. Aktivitas komunikasi merupakan aktivitas manusiawi (Mufid, 2009).  Orang lebih cenderung percaya hoax jika informasinya sesuai dengan opini atau sikap yang dimiliki, Etika dalam menanggapi hoax perlu diketahui masyrakat harus lebih aware terhadap berita-berita hoax masyarakat harus menggali informasi lain mengenai berita hoax tersebut dan jangan langsung percaya. Semakin mudahnya fasilitas untuk mengakses internet membuat perkembangan media sosial sangat pesat bahkan banyak orang yang memanfaatkan media yang satu ini untuk keperluan pribadi, bisnis dan penyebaran informasi Hoax (Rahadi1, 2017). Etika komunikasi dalam menanggapi hoax tergantung pada perspektif situasional dimana factor situasional menjadi relevansi bagi setiap penilaian moral yang berarti etika memerhatikan peran dan fungsi komunikator, tandar khalayak, derajat kesadaran, tingkat urgensi pelaksanaan komunikator, tujuan dan nilai khalayak, standar khalayak untuk komunikasi etis. Fakor pada komunikator seperti Source credibility, yaitu sumber kepercayaan sehingga apa yang disampaikan akan dipercaya oleh orang lain. Kepercayaan ini bersumber pada keahlian, track record bisa dipercaya atau tidak, dan objektivitas ketika kita memberi penilaian dan Source attractiveness, yakni hal-hal yang bisa mendatangkan ketertarikan sehingga komunikan akan memperhatikan pesan yang kita sampaikan (Mufid, 2009).

Kesimpulan
Teknologi komunikasi dan informasi (TIK) berkembang mengikuti perkembangan zaman dengan adanya beragam media termasuk media online. Media Sosial menjadi alat untuk penyebaran informasi atau berita, siapa saja pengguna internet dapat berperan dalam penyebaran suatu informasi, Media sosial adalah medium yang paling efektif dalam Hoax. Penerimaan dan penyebaran informasi.  Sayangnya banyak informasi atau berita yang disebarkan secara individu atau berkelompok lebih banyak yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya atau teindikasi hoax. Media yang dapat dipercaya terkadang ikut terkontaminasi penyebaran hoax, Presiden Joko Widodo sendiri menyatakan bahwa hoax merupakan bagian dari era keterbukaan yang harus dihadapi. Hoax paling banyak menyebar melalui media sosial. Satu sisi media sosial dapat meningkatkan hubungan pertemanan yang lebih erat, wadah bisnis online, dan lain sebagainya. Sisi lainnya media sosial sering menjadi pemicu beragam masalah seperti maraknya penyebaran hoax, ujaran kebencian, hasutan, caci maki, adu domba dan lainnnya yang bisa mengakibatkan perpecahan bangsa. Sebagai masyarakat Indonesia yang baik Alasan lainnya adalah menjadi Viral media sosial pengguna juga memahami bahwa informasi Hoax dapat membagi bangsa. Untuk menghambat penyebaran informasi Hoax, peran pemerintah dan orang tua diperlukan serta melek huruf/pendidikan sosial penggunaan media sehingga perilaku pengguna akan bijaksana dalam menanggapi semua informasi Menerima. Etika dalam menanggapi hoax sangat diperlukan guna memperlambat penyebaran berita hoax tersebut, mencari sumber berita dan data adalah langkah yang baik untuk mengetahui berita yang disajikan hoax atau tidak, edukasi mengenai berita hoax sangat di perlukan bagi beberapa masyarakat yang mudah untuk percaya dan tidak mencari sumber berita dampak dari hoax sangat amat berbahaya bagi siapapun bahkan bagi negara kita sendiri peran pemerintah untuk menanggulangi hoax sangat di perlukan upaya-upaya yang dilakukan pemerintah dalam menanggulangi hoax seperti memberikan edukasi kepada masyarakat. Solusi yang tepat untuk mengurangi dampak hoax adalah pertama, berhati-hati dengan judul berita atau informasi yang provokatif, karena setiap judul yang memuat hal tersebut akan menyebabkan masyarakat mudah untuk terprovokasi dengan cepat. Kedua, cermat dalam melihat sumber berita. Hal tersebut penting untuk memberikan pengetahuan kepada masyarakat agar selalu melihat apakah sumber berita tersebut terjadi pada masa lampau, atau hanya berasal dari sumber yang tidak jelas asalnya.


Referensi


Dr.Drg. Rosihan Adhani, S. M. (2002). Etika dan Komunikasi Dokter-Pasien-Mahasiswa. In S. M. Dr.Drg. Rosihan Adhani, Etika dan Komunikasi Dokter-Pasien-Mahasiswa (p. 2). Kalimantan : PT. GRAFIKA WANGI KALIMANTAN (rOlly).
Kominfo. (2012, November 02). Indonesia Peringkat Lima Pengguna Twitter. Retrieved from kominfo.go.id: https://kominfo.go.id/content/detail/2366/indonesia-peringkat-lima-pengguna-twitter/0/sorotan_media
Kominfo. (2013, November 07). Kominfo : Pengguna Internet di Indonesia 63 Juta Orang. Retrieved from kominfo.go.id: https://www.kominfo.go.id/content/detail/3415/kominfo-pengguna-internet-di-indonesia-63-juta-orang/0/berita_satker
Kompasiana. (2018, September 12). Sejarah Internet dan Perkembangan Media Sosial di Indonesia, Dari Friendster hingga Snapchat. Retrieved from Kompasiana.com: https://www.kompasiana.com/mariarosarikrisdyahayu6905/5b981cd312ae9437ca69f295/sejarah-internet-dan-perkembangan-media-sosial-di-indonesia-dari-friendster-hingga-snapchat?page=all
Mufid, M. (2009). Etika dan Filsafat Komunikasi . Rawamangun: K E N C A N A.
Rahadi1, D. R. (2017). PERILAKU PENGGUNA DAN INFORMASI HOAX. PERILAKU PENGGUNA DAN INFORMASI HOAX, 59.




Comments

Popular Posts