BAB 5 TEMA POKOK DALAM ETIKA DAN FILSAFAT KOMUNIKASI
BAB
5
TEMA POKOK DALAM ETIKA DAN FILSAFAT KOMUNIKASI
Manusia sebagai pelaku komunikasi
Pemahaman
komunikasi dengan segala praksisnya merupahan proses keseharian manusia. Dapat
di katakana bahwa proses komunkasi merupakan proses kehidupan itu sendiri.
Komunikasi tidak bisa dipisahkan dari seluruh proses kehidupan konkret
manusiawi
1. Definisi Manusia
Sudah
menjadi kodrat bahwa manusia adalah makhluk yang berakal budi (homo ratiole). Menurut aris toteles. Pemikiran
Aristoteles tampaknya termasuk dalam konvergensi, yakni penggabungan tiga
aliran besar tentang manusia. Ketiga aliran tersebut, yaitu:
a.
Materialisme
Yaitu aliran yang melihat manusia ada pada
fisiknya. Keberadaan fisik dengan demikian merupakan unsure pokok dari
kemanusiaan. Maka, orang yang sudah meninggal, dalam aliran ini tidak lagi
disebut manusia
b.
Idealisme
Aliran kedua tentang manusia mengatakan
bahwa keberadaan manusia adalah pad aide. Ide terletak di pemikiran, sehingga
semakin jernih pemikiran maka seseorang akan mampu menangkap hakikat walaupun
yang bersangkutan belum memiliki interaksi panca indera dengan yang dimaksud.
c.
Eksistensialisme
Aliran ini melihat manusia pada
eksistensinya, yakni sejauh mana keberadaannya diakui oleh masyarakat
sekitarnya.
2. Kritik Eksistensialisme Terhadap
Materialisme
Aliran
eksistensialisme menentang aliran materialism yang bependapat bahwa manusia
hanyalah benda saja. Yang ditentang oleh kaum eksistensialisme ialah pendapat kaum
materialism tentang cara manusia berada d dunia (pro. Onong Uchjana Effendi,
2003: 343).
3. Kritik Eksistensialisme Terhadap
Idealisme
Jika
materialsme memandang manusia sebagai materi saja, sesuatu yang ada tanpa
menjadi subjek, maka idealism menganggap manusia adalah sesuatu yang berpikir,
suatu pikiran saja
4. Ethos, Pathos, dan Logos
Sejak
zaman retorika Yunani kuno hingga sekarang, komunikator haruslah melengkapi
diri dengan ethos, pathos dan logos.
·
Ethos
adalah sumber kepercayaan yang dirujukkan oleh seorang komunikator bahwa ia
meman pakar dalam bidangnya, sehingga oleh karena ia seorang ahli, maka ia
dapat dipercaya.
·
Pathos
adalah tampilan emosi, komunikator harus pas memunculkan semangat dan gairah
berkomunikasi. Contoh komunikator yang memiliki pathos yang baik adalah Bung
Karno.
·
Logos
adalah argumentasi komunikasi harus masuk akal.
5. Komunikasi Humanistis
Teori
humanistic bertujuan menggambarkan teori perilaku manusia yang sederhana dan
berdiri sendiri. Seorang komunikator humanistik memiliki empat cirri, yakni:
a.
Berpribadi
Aspek yang paling penting dari pandangan
humanistic adalah pandangan sebagai diri seseorang.
b.
Unik
Diri seseorang sebagagi manusia yang
berpribadian adalah unik, lain dari yang lain.
c.
Aktif
Yang melekat pada proses mental adalah
aktivitas. Asumsi ini adalah perbedaan paling nyata antara psikologi humanistic
dengan aliran-aliran lain.
d.
Sadar
diri dan keterlibatan sosial
Ini merupakan prinsip dasar teori psikologi humanistic
dan suatu factor dari teori komunikasi antar manusia yang menopang pemahaman
mengenai fase-fase proses komunikasi antarmanusia.
B. Teknologi komunikasi
Perkembangan
teknologi komunikasi bukan merupakan deret angka yang memperlihatkan
keteraturan hitungan dari satu, dua, tiga, empat, dan seterusny.
1. Apakah teknologi itu netral?
Pertanyaan
tersebut sejatinya sangat esensial karena merupakan pertanyaan filosofis. Ada
dua jawaban dari pertanyaan tersebut, yakni Ya. Jika kita melihat teknologi
dengan segala prinsip kerjanya, dan tidak, jika kita melihat pada manusia di
sekitar tekonologi. Pakar komunikasi dari kanada Marsha McLuhan menyebut dua kemungkinan
pengaruh perkembangan teknologi komunikasi, yakni:
·
Global
Village
Yakni, teknologi komunikasi menciptakan
manfaat positif dengan mengatasi hambatan jarak dan waktu, sehingga seolah-olah
dunia hanyalah sebuah desa.
·
Global
Pillage
Yakni, teknologi menciptakan manfaat negatif, dengan
cara menciptakan ketergantungan. Manusia menjadi sangat bergantung pada
teknologi, tanpa menyadari bahwa teknologi pada dasarnya hanya merupakan alat
untuk mencapai tujuan.
3. AspekTeknologi
Menurut Arnold
Pacey dalern buku The Calture of Technology tahun penerbitan 1984, dijelaskan
bahwa teknologi memiliki tiga aspek yang saling terkait.
a. TechnicalAspect
(aspekteknis)
Ini merupakan
pengertian terbazas dari teknologi. Aspek ini, meliputi knowledge
(pengetahuan), skill (keterampilan), technique (teknik), tools/rnacbines
(peralatan/mesin), chemicals (unsur kimia), liveware/resources (bahan bakar),
products (produk) dari wastes (limbah)
b. Cultura/Aspect(aspekku/tura/)
Aspek ini, melipti goals (tujuan), values
(nilai), ethical codes (kode etik), belief (keyakinan), awareness (kesadaran), dan
creativity (kreativitas). Seperti dalarn kasus teknologi kloning manusia
c. OrganizationalAspect (aspek organisasi)
Aspek ini, meliputi economic and industrial
activity (aktivitas ekonomi dan industri), professional activities (aktivitas
profesi), users and consumers (pengguna dan konsumen), dan trade union
(persatuan dagang). Teknologi komunikasi sangat terkait dengan aspek ketiga
ini, seperti pada penyiaran. Sebagai contoh, secara teknis monopoli siaran Liga
Inggris musim 2007/2008 yang dilakukan Astro sebenarnya tidak ada masalah
karena mereka berinvestasi sendiri secara teknis dan finansial unruk tayangan
tersebut. Tapi dari segi organisasi (provider lain) serta dari aspek konsumen
yang dalam hal ini tidak mampu membayar tv langganan, maka monopoli tersebut
menjadi bermasalah.
4. Teknoiogi Komunikasi dan Masyarakat
Informasi
Straubhaard/LaRose dalam buku Media Now
yang diterbitkan pada tahun 2002,
mengatakan bahwa perkembangan teknologi terhadap bidang komunikasi ditandai
dengan terbentuknya " Masyarakat Informasi" (infonnation society).
Masyarakat informasi adalah suatu masyarakat dimana produksi, pernrosesarg
distribusi, dan konsumsi lnformasi menjadi aktivitas yang utama.
Sebelum terbentuknya masyarakat informasi,
secara sosiologis masyarakat terlebih dahulu mengalami fase masyarakat
pre-agriculture, masyarakat agriculture,
a. Konvergensi Tekno/ogi
Konvergensi teknologi adalah penyatuan sejumlah
teknologi sehingga membentuk suatu media komunikasi yang baru. Misalnya
teknologi penyiaran berkonvergen dengan teknologi internet, maka jadilah
televisi internet. Konvergensi teknologi menyebabkan masyarakat memiliki varian
teknologi komunisi yang lebih banyak, tergantung pada kemarnpuan dan
ketersediaan jaringan
yang ada.
c. Digitalisasi
Digitalisasi adalah konversi segala data
sehingga dibaca oleh komputer. Tren ini merupakan syarat
lak agar data dapat didistribusikan melalui
internet jaringan komputer lainnya. Digitalisasi informasi selain lebih cepat tersebar juga
bysa disimpz untuk kemudian diakses kembali dengan lebih cepat dz lebih
fleksibel.
d. KonvergensiMedia
Konvergensi media tidak lepas dari
konvergensi teknologi, hanya jika yang
kedua menitikberatkan pada tekonologinya, maka konvergensi media lebih
menitikberatkan pada kontennya. Misalnva media televisi melakukan konvergensi
dengan media surat kabar. Artinya, kedua jenis media tersebut melakukan kerja
sama dalam hal konten sehingga saling mengisi.
e. Merger Industri
Merger industri dalam dunia komunikasi massa
tidak dapat dielakkan lagi, mengingat perkembangan dan perputaran kapital dalam
industri media massa sangat menjanjikan. Terlebih penguasaan atas media
memberikan nilai lebih selain faktor akumulasi kapital, yakni diperolehnya
previlege politis.
C. KOMUN!KASI EFEKTIF DAN STRATEGI KOMUNIKASI
Tidak peduli seberapa berbakatnya seseorang,
betapa pun unggulnya seseorang, kesuksesan tidak akan pernah diperoleh tanpa
penguasaan keterampilan komunikasi vang efektif. Wilbur Schramm menyebut
sebagai "the conditions of success in communication", yakni kondisi
yang harus dipenuhi jika kita ingin agar pesan yang kita sampaikan menghasilkan
tanggapan yang kita inginkan
1. Komunikasi Efektif Menurut Stephen Covey
Mznurut Stephen R. Covey, orang yang pernah
dinobatkan oleh majalah Time sebagai 25 orang Amerika Serikat yang paling
berpengaruh (lebih jauh tentang biograf dan karya Covey, komunikasi merupakan
ketrampilan yang paling pezing dalam hidup kita. Kita menghabiskan sebagian
besar
jam di saat Eita sadar dan bangun untuk
berkomunikasi. Sama halnya dengan pernapasan, komunikasi kita anggap sebagai
hal yang otomatis terjadi begitu saja, sehingga Eta tidak merniliki kesadaran
untuk melakukannya dengan efektif. Kita tidak pernah dengan secara khusus
mempelajari
bagairnana menulis dengan efektif, bagaimana
membaca denzan cepat dan efektif, bagaimana berbicara secara efektif, apalagi
bagaimana menjadi pendengar yang baik.
2. "Reach"sebagai Hukum Komunikasi
Efektif
Terdapat banyak jenis strategi komunikasi
efektif. Rumusan "reach" adalah salah satunya. Menurut Aribowo
Pröosaksono dan Roy Sembel dalam wxvw.sinarharapan.co.id, hukum komunikasi yang
efektif (The S Inevitable Laws of Effective Communication) bisa dirangkum dalam
satu kata yang mencerminkan esensi dari komunikan itu sendiri yaitu
"reach", yang secara harfiah berarti "rnerengkuh" atau
"meraih". Reach sendiri kepanjangan dari Respect, Empathc, Audible,
Clarity, dan Humble.
3. "Know Your Audience"
Faktor berikutnya yang merupakan penun;ang
efek- tivitas komunikasi adalah mengetahui audiens
4. Faktor pada Komunikator
Sedangkan pada Sisi komunikator ada dua hal
yang harus diperhatikan, yakni source credibility dan source attractiveness.
Source credibility, yaitu sumber kepercayaan sehing- ga apa yang disampaikan
akan dipercaya oleh orang lain, Kepercayaan ini bersumber pada keahlian, track
record
bisa dipercaya atau tidak, dan objektivitas
ketika kita memberi penilaian.
5. Hambatan Komunikasi
Untuk memaksimalkan eektivitas komunikasi, maka
sejumlah hambatan harus diperhatikan, yakni;
a.
Gangguan
Komunikasi
b.
Kepentingan
c.
Motivasi
d.
Prasangka
6. Evasi Komunikasi
Evasi komunikasi adalah pembelokan komunikasi,
baik disengaja maupun tidak.
7. Pemikiran Jaques Ellul tentang Teknologi
Komunikasi
Adalah pemikir dari jerman yang mencoba
memetakan teknologi komunikasi massa dalam tataran filosofis.
Pertanyaan
: Menurut Mashal McLuhan ada dua kemungkinan penggaruh perkembangan teknologi
komunikasi yaitu, Global Village dan
Global Pillage, pada bagian Global Pillage : teknologi menciptakan manfaat
negatif dengan cara menciptakan ketergantungan, manusia jadi sangat bergantung
pada teknologi. Mengapa menurut Marshall McLuhan dengan adanya perkembangan
pada teknologi komunikasi manusia menimbubulkan dampak negatif? Dan membuat
manusia menjadi cenderung ketergantungan? Bukankah dengan adanya perkembangan
teknologi komunikasi justru manusia dapat berkembang dalam hal komunikasi? Dan
memperbaiki komunikasi sebelumnya yang kurang baik? Terimaksih.
Comments
Post a Comment