BAB 7 FILSAFAT, ETIKA DAN KOMUNIKASI
BAB 7
FILSAFAT,
ETIKA DAN KOMUNIKASI
Pengertian
Etika
Secara etimologi (Bahasa) “etika” berasal dari kata
Bahasa yunani ethos. Dalam bentuk tungggal ethos berarti tempat tinggal yang
biasa, padang rumput, kandang, kebiasaan, adat, akhlak, perasaan, cara
berpikir. Dalam bentuk jamak, ta etha berarti adat kebiasaan. Dalam KBBI ,
etika dibedakan dalam tiga pengertian pokok, yaitu ilmu tentang apa yang baik
dan kewajiban moral
Hubungan
Filsafat dan Etika
Filasafat ialah seperangkat dan
sikap,cita-cita,aspirasi, dan tujuan, Florence Kluckholn mengindentifikasikan
sejumlah oerientasi nilai yang tampaknya berkaitan dengan masalah kehidupan:
1.
Manusia
berhubungan dengan alam atau lingungkan fisik, dalam arti mendominasikan hidup
dengan atau di taklukan alam.
2.
Manusia menilai
sifat/hakikat manusia sebagai baik, atau campuran antara baik dan buruk
3.
Manusia hendaknya
bercermin pada masa lalu, masa kini dan masa yang akan datang
4.
Manusia lebih
menyukai aktivias yang sedang di lakukan akan dilakukan atau telah dilakukan
5.
Manusia menilai
hubungan dengan orang lain dalam kedudukan yang langsung, individualistis atau
posisi sejajar.
Perbedaan
Etika, Etiket, Moral dan Agama
1. Perbedaan
Etika dan Etiket
1.
Etika menyangkut
cara perbuatan yang harus dilakukan oleh seorang atau kelompok tertentu. Etiket
memberikan dan menunjukan cara yang tepat dalam bertindak. Sementara itu, etika
memberikan norma tentang perbuatan itu sendiri. Etika menyangkut apakah suatu
perbuatan bisa dilakukan antara ya dan tidak.
2.
Etiket hanya
berlaku dalam pergaulan sosial. Jadi etiket selalu berlaku ketika ada orang
lain. Sementara itu, etika tidak memerhatikan orang lain.
3.
Etiker bersifat
relative. Dalam arti bahwa terjadi keragaman dalam menafsirkan perilaku yang
sesuai dengan etiket tertentu. Etika jauh bersifat mutlak. Prinsip etika sangat
universal dan tidak ada proses menawar
4.
Etiket hanya
menyangkut segi lahiriah saja.
2. Perbedaan
Etika dan Estetika
1.
Pembahasan etika lebih
menitikberatkan pada baik buruknya atau benar tidaknya tingkah laku dan
tindakan manusia serta sekaligus menyoroti kewajiban tanggung jawab manusiawi
2.
Etika berkaitan
dengan apa yang menjadi dasar bahwa tindakan manusia adalah baik atau buruk,
benar atau salah
Sedangkan eststetika memiliki karakter sebagai berikut:
1.
Mempermasalahkan
seni atau keindahan yang diproduksi oleh manusia. Soal apresiasi yang harus
dilakukan dalam proses kreatif manusia
2.
Estetika: estetika
deskriptif (menjelaskan dan melukiskan fenomena pengalaman keindahan) dan
estetika normative (menyelidiki hakikat, dasar, dan ukuran pengalaman
keindahan)
3.
Perbedaan Moral dan Hukum
1. Hukum bersifat objektif karena hukum
dituliskan dan disusun dalam kitab undang- undang.
2. Norma bersifat
subjektif dan akibatnya sering klai diganggu oleh pertanyaan atau diskusi yang menginginkan kejelasan tetang etis
dan tidaknya.
Unsur Pokok
Dalam Etika
Wacana setika leibatkan perilaku dan system nilai etis
yang dipunyai oleh setiap individu atau kolektif masyarakat. Kebebasan adalah
unsur pokok dan utama dalam wacana etika. Etika menjadi bersifat rasional
karena etika selalu mengandaikan kebabasan. Tanggung jawab adalah kemampuan
individu untuk mejawab segala pertanyaan yang mungkin timbul dari tindakan.
Tanggung jawab adalah kemampuan individual untuk menjawab segala pertanyaan
yang mungkin timbul dari tindakan-tindakan. Tanggung jawab berarti orang tidak
boleh mengelak bila diminta pnjelasan tentang perbuatannya.
Beberapa Isme
Dalam Etika
1. Egoisme
Egoisme
adalah pemikiran etis yang menyatakan bahwa tindakan atau perbuatan yang paling
baik adalah memberikan manfaat bagi diri sendiri dalam jangka waktu yang
diperlukan atau waktu tertentu.
2.
Deontologisme
Deontologisme
adalah pemikiran etis yang menyatakan bahwa baik burukinya tindakan tidak
diukur dari akibat yang ditimbulkan, tetapi berdasarkan sifat tertentu dari
hasil yang dicapai
3.
Urilitarianisme
Utilitaiansime
adalah pemikiran etika yang melihat bahwa kaidah moral dan baik buruknya
tindakan diukur dari akbiat yang ditimbulkannya.
4.
Pragmatisme
Pragmatisme
adalah pemikiran etis yang menyatakan bahwa perbuatan etis berhubungan dengan
soal pengetahuan praktis yang dilakukan demi kemajuan masyarakat dan dunia
Etika
Komunikasi
Dalam
berbagai kesempatan, komunikasi diperlihatkan sebagai ilmu yang berhubungan
dengan berbagai macam ilmu pengetahuan yang lain.
Comments
Post a Comment