BAB 2 FILSAFAT DAN PERKEMBANGAN ILMU KOMUNIKASI

BAB 2 
FILSAFAT DAN PERKEMBANGAN ILMU KOMUNIKASI



Kodrat filsafat
Ada keyakinan mendasar bahwa fillsafat bertitik tolak pada pengalaman. Manusia  yang berfilsafat berada dalam satu konteks pengalaman tertentu. Dari sejarah filsafat sendiri, filsuf selalu mulai  dengan apa yang di anggap sebagai pengetahuan, system ide, keyainan, dan hidup dalam tradisi masyarakat.
Relasai filsafat
Jika seseorang bertanya terus mengenai apa manusia itu atau apa hakikat manusia itu, maka jawabannya akan berupa suatu ‘filsafat’ . Jawaban yang dikemukan bermacam-macam, antara lain.
·         Monisme, yang berpendapat manusia terdiri dari satu asas. Jenis asas ini juga bermacam-macam, misalnya jiwa,materi,atom, dan sebagainya. Hal ini menimbulkan aliran spiritualime, materialism, ratomisme
·         Dualisme , yang mengajarkan bahwa manusia terdiri atas dua ada yang masing-masing tidak berhubungan satu sama lain, misalnya jiwa-raga. Antara jiwa dan raga tidak terdapat hubungan
·         Triadisme , yang mengajarkan bahwa manusia terdiri atas asas, misalnya badan, jiwa,dan roh
·         Pluralisme, yang mengajarkan bahwa manusia terdiri dari banyak asas, misalnya api, udara, air, dan tanah
Relasi filsafat dan agama
“agama adalah candu rakyat”, merupakan teks Karl Marx yang palingumum dikenal sampai sekarang. Menurut K. Bertens (dalam kumpulan makalah di www.duniaessai.com), versi pertama (candu bagi rakyat) member kesan seolah-olah agama menjadi alat dalam tangan golongan kecil (alim ulama, kaum rohaniwan) untuk mempermainkan dan menindas rakyat, barangkali atas nama dan bekerja sama dengan golongan yang berkuasa (kaum kapitalis)
Filsafat dan perkembangan ilmu komunikasi
Semua makhluk hidup pada dasarnya berkomunikasi. Jangankan manusia yang d berkahi akal budi, binatang pada dasarnya melakukan komunikasi


Secara etimologi (bahasa), kata “komunikasi berasal dari bahasa inggris “communication” yang mempunyai akar kata dari bahasa latin “comunicare”. Kata  “comunicare” pada dasarnya memiliki 3 arti yaitu.
1.       “to make common”, atau membuat sesuatu menjadi umum
2.       “cum + munus”, berarti saling member sesuatu sebagai hadiah
3.       “cum + munire”, yaitu membangun pertahanan bersama
Sedangkan secara epistemologis (istilah), terdapat ratusan uraian eksplisit (nyata) dan implicit (tersembunyi) untuk menggambarkan definisi komunikasi.

  secara epistemologis ada ratusan uraian eksplisit dan implisit untuk menggambarkan definisi komunikasi.  berikut beberapa apa di antaranya yaitu 
  1. communication means that information is passed  from one place to another” 
( komunikasi adalah informasi yang disampaikan dari satu tempat ke tempat lain).
      2.      communication... include  all the procedures  by  which one mind  May affect another
                ( komunikasi... meliputi semua prosedur dimana pikiran seseorang mempengaruhi orang lain)
      3.      “  the transmission of information, ideas,  emotion, skills, etc
                ( pemindahan informasi, ide-ide, emosi, keterampilan, dan lain-lain dengan menggunakan simbol-simbol seperti kata, foto-foto, figur-figur dan grafik).
      4.      “  theimparting, conveying or exchange of ,  knowledge , or information wheter by speech,  writing or sign.”
                (  memberi, meyakinkan atau bertukar ide-ide, pengetahuan, atau informasi baik melalui ucapan, tulisan, atau tanda-tanda).
      5.      komunikasi adalah proses pertukaran informasi yang biasanya melalui sistem simbol yang berlaku umum.
      6.      komunikasi adalah,” proses atau tindakan menyampaikan pesan (message) dari pengirim (sender) ke penerima (receiver), melalui suatu medium (channel) yang biasanya mengalami gangguan (noise). dalam definisi ini, komunikasi haruslah bersifat internasional atau disengaja serta membawa perubahan.

  1.  komunikasi merupakan proses dimana Individu Dalam hubungannya dengan orang lain, kelompok, organisasi atau masyarakat merespon dan menciptakan pesan untuk berhubungan dengan lingkungan dan orang lain
  2.  komunikasi merupakan proses pertukaran informasi, biasanya melalui sistem simbol yang berlaku umum dengan kualitas bervariasi
  3.  Komunikasi terjadi di melalui banyak bentuk, mulai dari 2 orang yang bercakap secara berhadapan, isyarat tangan, hingga pada pesan yang dikirim secara global ke seluruh dunia melalui jaringan telekomunikasi.
  4.  komunikasi adalah proses yang memungkinkan kita berinteraksi atau bergaul dengan orang lain. tanpa komunikasi kita tidak akan mungkin berbagi pengetahuan atau pengalaman dengan orang lain. proses berkomunikasi dalam hal ini bisa melalui ucapan atau speaking, tulisan atau writing, gerak tubuh atau gesture, dan penyiaran atau broadcasting. 



komunikasi mempunyai 6 unsur sebagai berikut :

  1. Komunikasi melibatkan hubungan seseorang dengan orang lain atau hubungan seseorang dengan lingkungannya.
  2.  proses, yakni aktivitas yang non statis, bersifat terus-menerus.
  3.   pesan, yaitu tanda (signal)  atau kombinasi Tanda yang berfungsi sebagai stimulus atau pemicu bagi penerima tanda.
  4.  saluran (channel) , adalah wahana di mana tanda dikirim.
  5.  gangguan (noise) , segala sesuatu yang dapat membuat pesan menyimpang, Atau segala sesuatu yang dapat mengganggu diterimanya pesan.
  6.  perubahan yakni komunikasi menghasilkan perubahan pada pengetahuan, sikap atau tindakan orang-orang yang terlibat dalam proses komunikasi. 




  sedangkan komunikasi sebagai disiplin ilmu baru berkembang pada awal abad ke-15 ( Muhammad Mufid: 2005).  berikut sejarah perkembangan disiplin ilmu komunikasi
  • Awal pembentukan disiplin komunikasi
  •  periode 1900-1930
  •  periode 1930- 1950

 Komunikasi berkembang sesuai payung teorinya yang dibagi menjadi 4 golongan besar, yakni: 

  1.   Discourse representative
  2.   Discourse understanding
  3.   Discourse of Suspicion
  4.   Discourse of vulnerability 

5 kelompok teori komunikasi yang kini Tengah berkembang dalam diskursus ilmu komunikasi:

  1.   Structural and functional Theories
  2.  Cognitive and behavioral  theories
  3.   Interactionist theories
  4.    Interpretative theories
  5.    Critical theories

Comments